Selasa, 15 Maret 2011

Penderitaan Bocah Bersisik Sejak Lahir

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Ibu bocah bersisik di Makassar yakni Rohana trauma melahirkan. Ia tak mau melahirkan, karena khawatir seperti anaknya, Jasriana.

"Saya tak mau lagi melahirkan. Takut ma kalau begini lagi nanti anakku. Saya tidak tahu kapan ini bisa sembuh," ujar Rohana (31) kepada Tribun, Senin (14/3/2011).

Rohana mengaku tertekan akibat kelainan yang dialami anak semata wayangnya itu tak kunjung mengalami perubahan. Hampir seluruh tabungan dan barang berharga telah dijual demi buah hatinya.

Minggu (13/3/2011) rumah Rohana mendadak ramai. Ini dikarenakan sejumlah wartawan media cetak dan media elektronik datang untuk meliput kelainan yang dialami bocah yang akrab disapa Acce itu. Wartawan berdatangan setelah mengetahui adanya bocah bersisik dari salah seorang warga Jl Cenderawasih lorong 13.

Acce pun tampak riang setelah dirinya difoto dan diminta menyanyikan sejumlah lagu. Namun dirinya belum mengerti alasan difoto dan wartawan berdatangan ke rumahnya.

Kelainan yang dialami Acce ini disebut lamellar ichthyosis. Kulitnya mengelupas, bentuknya seperti sisik ikan. Tak hanya itu kelopak mata bocah ini juga mengalami kelainan.

- Matanya sulit berkedip.
- Kulit kepalanya juga mengelupas,
- Rambutnya menipis,
- Daun telinganya hampir tidak ada.
- Matanya pun tidak bisa terkena air karena akan merasa kesakitan.

"Biasanya kalau tidak ada lihat-ki na garuk kulitnya. Baru berhenti kalau berdarah. Saya lihat kalau kulitnya yang terkelupas itu dibuka, ada lagi. Tidak berhenti bersisik," keluhnya dan diiyakan suaminya, Sahril (32).

Berbagai jenis obat diberikan Jasriana namun tak ada perubahan apapun pada kelainannya itu. Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr A Sastri Zainuddin kepada Tribun mengatakan bahwa yang dialami Acce ini bukanlah suatu penyakit melainkan kelainan genetik sehingga tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dilakukan operasi untuk membuka kupasan kulit.

Untuk operasi kulit, kedua orangtua Acce tidak memiliki biaya. Mereka hanya bisa berharap ada dermawan yang mau menolong anaknya ini.

Sahril sehari-hari bermatapencaharian sebagai penjaga warung di kampus Akademi Pariwisata Makassar, sedangkan Rohana hanyalah ibu rumah tangga.

dr sastri meminta kepada orang dekat dan tetangganya tidak menjauhi bocah ini jika sebelumnya khawatir akan ditulari kelainan ini. Peluang untuk terjadinya kelainan seperti ini satu banding 300 ribu kelahiran. Kelainan ini tidak hanya dialami bayi sejak lahir, namun juga anak-anak hingga dewasa. Kelainan ini tidaklah menular.

TEAMJABAL@gmail.com (teamjabal) 15 Mar, 2011


--
Source: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/03/penderitaan-bocah-bersisik-sejak-lahir.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

 
Atas