Rabu, 02 Maret 2011

Akibat Radiasi, Otak Burung Dekat Reaktor Chernobyl Lebih Kecil

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Reaktor nomor empat di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Uni Soviet meledak pada April 1986. Bencana pembangkit nuklir terburuk dalam sejarah ini menggegerkan dunia.

Maklum, zat radioaktif dipancarkan ke atmosfer dan melayang di sebagian besar Eropa. Namun wilayah yang paling terkontaminasi zat berbahaya tersebut kira-kira setengah ukuran Italia. Alhasil, ratusan ribu rumah warga negara yang kini menjadi Ukraina itu harus pindah dari zona berbahaya di sekitar pembangkit.

Dua puluh tahun kemudian, para ahli menemukan burung yang tinggal dekat Chernobyl memiliki volume otak 5 persen lebih kecil. "Karena terpapar radiasi dalam waktu yang lama," kata Timotius Mousseau dari University of South Carolina, yang bersama Anders Moller dari Universitas Paris mengkoordinasikan penelitian di Chernobyl.

Ruang kontrol reaktor No. 4 pembangkit nuklir Chernobyl. AP/Efrem Lukatsky
 Data itu mereka peroleh pada 550 burung dari 48 spesies yang berbeda yang hidup di zona berbahaya. Burung-burung tersebut umumnya berusia di bawah 1 tahun dan menyebabkan sejumlah burung tidak hidup lebih lama. Penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal PLoS One, Februari ini.

Gabungan ilmuwan mancanegara ini memang mempelajari dampak radiasi terhadap ekologi di wilayah kosong Chernobyl selama beberapa tahun terakhir. Tim dari Norwegia, Prancis, dan AS ini menemukan bahwa jumlah mamalia di zona terlarang menurun, seperti juga pada serangga.

Menggunakan jaring kabut, mereka mengumpulkan burung dari delapan daerah hutan sekitar Chernobyl. Mereka menemukan radiasi yang dapat memiliki efek yang lebih besar pada organ internal burung, selain pada otak. Hal ini karena otak adalah organ terakhir pada burung yang biasanya terkena dampak dari kondisi lingkungan yang sulit.

Namun tingkat tinggi radiasi diduga menyebabkan stres oksidatif pada hewan. Mereka kemudian menggunakan antioksidan untuk memerangi ini, yang membuatnya berkurang dalam perkembangan otak.

Teori lain menyebut bahwa perkembangan burung terhambat oleh berkurangnya makanan di daerah tersebut. Namun para ilmuwan belum pernah mencatat kasus penyusutan volume otak hewan karena terlalu sedikitnya jumlah makanan.

Tags: Otak Burung Dekat Reaktor Chernobyl Lebih Kecil, Akibat radiasi Otak Burung Dekat Reaktor Chernobyl Lebih Kecil  

Source: http://tempointeraktif.com/hg/sains/2011/02/10/brk,20110210-312409,id.html

Adipedia.Com 03 Mar, 2011


--
Source: http://www.adipedia.com/2011/03/akibat-radiasi-otak-burung-dekat.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

 
Atas